SERVICE EXCELLENCE IN THE AI ERA: How Motivation and Humanity Keep Public Service Relevant
“Di era ketika mesin bisa menggantikan kerja tangan, yang tak tergantikan adalah hati manusia.” Kalimat itu menjadi pembuka kuat dari sesi Service Excellence in Strengthening ASN Motivation and Public Service Spirit yang disampaikan oleh Puspita Zorawar di hadapan para ASN Dinas Perhubungan Kota Malang, minggu lalu.
11/8/20253 min read


SERVICE EXCELLENCE IN THE AI ERA:
"How Motivation and Humanity Keep Public Service Relevant"
Oleh: Puspita Zorawar, M.Psi.T
(Educator, Human Capital Coach, Productivity & Sustainability Speaker)
Mindset: Service Excellence Starts with You
“Di era ketika mesin bisa menggantikan kerja tangan, yang tak tergantikan adalah hati manusia.” Kalimat itu menjadi pembuka kuat dari sesi Service Excellence in Strengthening ASN Motivation and Public Service Spirit yang disampaikan oleh Puspita Zorawar di hadapan para ASN Dinas Perhubungan Kota Malang, minggu lalu. Pelatihan berdurasi dua jam ini bukan sekadar materi teoritis, melainkan walk the talk experience, menghadirkan kombinasi antara refleksi, aktivitas interaktif, dan contoh nyata yang membuat peserta benar-benar merasakan makna pelayanan prima dari dalam diri sendiri.


Menurut pedoman resmi KemenpanRB, Service Excellence bukan hanya tentang SOP atau sistem, tapi tentang manusia yang melayani dengan hati.
Puspita mengajak peserta memahami bahwa pelayanan prima dimulai dari mindset ASN, bukan dari aturan, melainkan dari rasa kepemilikan terhadap tugas dan masyarakat yang dilayani.
💬 “Pelayanan itu bukan beban, tapi kehormatan,” tegas Puspita.
ASN yang memiliki motivasi dan kesadaran makna dalam pekerjaannya akan menularkan energi positif bagi rekan kerja dan masyarakat.
Aktivitas ice breaking bertema “Layanan Tak Terlupakan” menjadi momen reflektif ketika para peserta berbagi pengalaman pribadi, baik yang mengesankan maupun yang kurang berkenan untuk menemukan apa yang sebenarnya membuat sebuah pelayanan berarti.
Change in the AI Era: Adapt or Be Left Behind


Di tengah percepatan digitalisasi dan hadirnya teknologi AI dalam sistem pemerintahan, perubahan kini bukan ancaman, melainkan panggilan untuk tumbuh.
Puspita menekankan bahwa AI dapat menggantikan tangan dan otak manusia, tapi tidak dapat menggantikan hati dan empati ASN.
Pelayanan publik kini menuntut ASN untuk menjadi lebih dari sekadar pelaksana administrasi. Mereka dituntut menjadi problem solver yang responsif, solutif, dan manusiawi.


Human Skill: The Ultimate Differentiator
Era AI memperlihatkan satu hal yang semakin jelas, human skill adalah pembeda utama. Empati, komunikasi, dan motivasi kini menjadi kompetensi inti ASN unggul. Dalam sesi tersebut, Puspita menghadirkan kisah nyata: “Pak Andi, petugas Dishub, tetap tersenyum di bawah panas karena sadar bahwa senyumnya bisa menenangkan pengguna jalan. AI bisa membaca pola lalu lintas, tapi tidak bisa menenangkan hati manusia. Kisah sederhana ini mendapat tepuk tangan panjang, karena menyentuh kesadaran setiap peserta bahwa pelayanan sejati bukan hanya tentang kecepatan, tapi tentang kepedulian.
Motivation as the Heart of Service
Motivasi bukan hanya soal semangat kerja, tapi energi batin yang membuat seseorang tetap berdaya di tengah tantangan perubahan. Puspita menggambarkan motivasi sebagai engine dalam diri ASN yang menjaga mereka tetap adaptif, tangguh, dan berorientasi pada makna pelayanan. “Without motivation, skills fade. With motivation, even the impossible becomes possible.” Peserta diajak untuk menulis kalimat reflektif:
“Saya bekerja bukan hanya untuk… tapi untuk…” Hasilnya, banyak peserta meneteskan air mata saat menyadari makna terdalam dari profesi mereka sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.
Building a Motivated Service Culture
Bagian terakhir dari sesi ini mengajak para ASN untuk membangun motivated service culture, budaya organisasi yang hidup dari semangat individu. Budaya pelayanan unggul tidak lahir dari slogan, tapi dari tindakan konsisten dan keteladanan pimpinan. “Culture is built by consistent actions, not slogans,” ujar Puspita menutup sesi pelatihan dengan tepuk tangan meriah dari seluruh peserta. Para peserta mengakui bahwa sesi dua jam ini menjadi wake-up call yang segar dan menggugah.
Bukan hanya menyentuh logika, tetapi juga menghidupkan kembali motivasi dan makna pelayanan publik di tengah perubahan era AI
Tentang Puspita Zorawar
Puspita Zorawar adalah seorang Educator, Productivity & Sustainability Speaker yang telah membantu banyak institusi pemerintah dan swasta dalam membangun budaya pelayanan prima, produktivitas berkelanjutan, dan human-centered performance.
Dengan filosofi “Empowering People, Sustaining the Planet,” ia dikenal karena pendekatannya yang praktikal, inspiratif, dan selalu berorientasi pada hasil nyata.




#ServiceExcellence #MotivasiASN #HumanSkill #LeadershipDevelopment #PublicService #fyp #fypp #pelayananprima #pelayanancustomer #AIandHumanity #OrganizationalCulture #EmployeeEngagement #WorkMotivation #ChangeManagement #PublicSectorTransformation #PuspitaZorawar #GreenProductivity #HumanCenteredLeadership

